Showing posts with label puisi. Show all posts

Dua


Menyesap kopi pagi ini
Pahit menyelinap
Menyentuh dengan lembut
Lidahku menjilati kata-kata yang tak terucap
Kamu pergi
Bersama kenangan hangatnya mentari.

Satu


Kita terjebak dalam euforia
Matamu menjamah kekosongan itu
Aku mencumbui pikiranmu
Jemarimu membelai lembut jiwa yang kering
Diantara kebisingan manusia 
Kita sepasang terasing dalam hening
Hujan, dan kita khidmat dalam pelukannya